Menjadi Orang Tua yang Bijak

Dapet artikel dari milis pagi ini

Rasanya kayak ditampar-tampar … Gimana nggak? Ternyata dari 10 hal yang seharusnya tidak boleh dikatakan pada anak, semuanya udah pernah aku katakan! Tuhan … tolong aku, jadikan aku orang tua yang lebih bijak

Ini, aku share disini ya ..

Ada saat-saat tertentu ketika orangtua merasa tak sabaran menghadapi anaknya. Marah dan frustasi kadang memicu ucapan yang tak diperhitungkan dengan seksama. Awalnya kita pikir kata-kata itu akan menghilang begitu saja dan tak berpengaruh pada anak, toh, orangtua dari kita sendiri mengucap kata-kata itu ke kita. Jangan salah, ada kata-kata yang seringkali memiliki dampak besar pada emosi dan psikologis anak. Ada beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari saat berbicara dengan anak. Apa saja?
1. “Kamu seharusnya malu sama diri sendiri”
Kata “malu” adalah emosi yang destruktif dan seringkali memicu rasa bersalah yang sangat mendalam. Meski setiap anak bertingkah nakal, amat penting bagi mereka untuk mengerti mengapa tingkah mereka itu salah dan ia harus paham bahwa adalah hal yang wajar bagi setiap manusia untuk melakukan kesalahan, dan yang terpenting adalah kita semua belajar dari kesalahan itu.

2. “Karena Mama bilang begitu!”

Anak-anak merespon pada aturan saat mereka melihat alasan di baliknya. Habiskan beberapa detik untuk membantu mereka mengerti mengapa, agar mereka bisa melihat Anda sebagai figur otoritas yang pantas untuk dihormati ketimbang sebagai diktator.

3. “Mama enggak peduli kamu mau apa!”
Kadang, saat ada lebih dari 1 anak yang harus Anda puaskan, sulit untuk bisa memberikan mereka semua apa yang mereka mau. Kadang, saat mereka merengek di saat bersamaan karena meminta hal-hal yang berbeda, tanpa sadar, banyak orang mengatakan kata-kata semacam ini kepada anaknya. Namun, hal ini bisa membekas di pikiran anak-anak, karena mereka akan berpikir bahwa Anda tak peduli pada kebutuhannya, dan imbasnya mereka bisa tidak menghormati Anda. Ingat, menghadapi emosi mereka tidak berarti menyerah dan memenuhi permintaan mereka.

4. “Tante minta ciumnya, dong!”
Anda tidak akan mau mencium orang lain secara otomatis saat ada yang bilang mereka minta cium Anda, kan? Begitu pun anak-anak. Hormati wilayah personal mereka dan beri kontrol mengenai siapa yang boleh mendapat afeksi mereka.

5. “Kenapa kamu enggak bisa kayak…”

Membandingkan anak dengan anak lain, entah itu saudara kandungnya atau teman sekolahnya sama artinya Anda menanamkan bibit kerusakan di dalamnya. Merasa lemah dan tidak baik bisa memicu anak yang akan “meledak” di suatu waktu dan pertikaian di antara saudara. Ketimbang membuat mereka merasa rendah diri dibanding kelebihan orang lain, pujilah ia akan hal-hal baik yang ia bisa, tawarkan bantuan di area yang mereka kurang kuasai.

6. “Tunggu sampai Papa/Mama pulang nanti!”

Tak hanya hal ini akan memberi kesan bahwa yang mengatakan hal itu adalah orangtua yang takut kepada anaknya, tetapi juga menunjukkan bahwa Anda tidak punya kontrol terhadap situasi. Mengatakan hal ini berarti menyepelekan otoritas Anda dan pada akhirnya membuat si anak berpikir dan bertanya kepada diri sendiri, mengapa mereka mendengar Anda sejak awal?

7. “Kamu yang paling hebat!”
Ironis memang, tidak semua kata-kata positif itu berdampak positif. Tentu anak Anda adalah yang terbaik, tetapi terlalu banyak pujian tidak spesifik akan membuatnya jadi tidak berarti. Buatlah pujian yang spesifik.

8. “Enggak usah takut. Enggak kenapa-kenapa, kok!”

Kemampuan seorang anak untuk merasa aman dan mengkomunikasikan perasaannya adalah hal yang sangat penting bagi pertumbuhannya. Meski Anda pikir ini adalah sikap manis dan baik, tetapi sebenarnya kata-kata seperti ini mengimplikasikan bahwa emosi mereka tidak benar. Dengarkan dan hadapi ketakutan mereka ketimbang meremehkan dan membuat mereka mengacuhkan perasaan mereka.

9. “Kamu nakal sekali!”
Adalah hal yang sangat buruk untuk melabeli anak dengan “nakal/badung/bandel”, karena mereka akan berpikir itu adalah jati diri mereka dan berusaha untuk membenarkan Anda. Coba tunjukkan ketidaksukaan Anda akan sikap yang tak baik, jangan anaknya.

10. “Cepetan, dong! Mama tinggal, Ya!”
Menanamkan isu bahwa Anda akan meninggalkannya bukan hal yang disarankan. Anak tak tahu apakah Anda benar-benar akan meninggalkannya atau tidak. Meski sebenarnya Anda hanya bercanda atau menakut-nakuti, alias ancaman kosong. Bersabarlah menunggunya dan sadari anak-anak amat mudah teralihkan pikirannya, dan cari cara lain untuk mempercepat persiapannya beranjak.

Let’s Open Your Mind and talk about masturbasi

Dari VIVAnews nih …. kayaknya bagus juga buat di share

Please be open minded …..

VIVAnews – Tabu, menimbulkan rasa bersalah, atau bisa berdampak buruk bagi kesehatan adalah sejumlah anggapan yang membuat kebanyakan wanita merasa jengah ketika membahas soal masturbasi. Bisa dibilang, kegiatan yang juga dikenal dengan istilah onani atau seks ’swadaya’ ini memang lebih populer di kalangan pria. Tapi, sebenarnya tidak sedikit wanita yang juga melakukannya.

Menurut studi seputar masturbasi mengungkapkan, sebanyak 95 persen pria dan 89 persen dari wanita ternyata melakukan aktivitas ini. Mereka terdiri orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang, profesi, dan umur.

Lantas, apakah masturbasi berbahaya? Di dunia medis, masturbasi dianggap sebagai perilaku alami, baik untuk pria maupun wanita. Ini tidak fisik maupun mental. Masturbasi baru menjadi masalah bila dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya Anda sampai titik mengabaikan pekerjaan rumah tangga, seperti dikutip dari laman Divine Caroline.

Percaya atau tidak, penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi memiliki manfaat kesehatan potensial bagi pria dan wanita. Carrie Levine, seorang bidan asal Amerika Serikat, juga mengungkap, masturbasi pada wanita sebenarnya memiliki dampak positif baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Apa saj manfaatnya?

- Membantu seseorang lebih relaks dan mudah tertidur.

- Mengurangi stres.

- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

- Mungkin memberikan perlindungan terhadap kanker prostat. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa persentase penduduk yang bermasturbasi secara teratur untuk menggantikan hubungan seksual normal memiliki insiden lebih rendah terkena kanker prostat.

- Kegiatan ini pada dasarnya adalah seks aman tanpa khawatir terhadap kehamilan dan PMS.

- Masturbasi berpotensi meningkatkan kesehatan dan tidak berbahaya bagi mental atau fisik Anda.

D-I-M (Do It Myself) Facial di Rumah Sendiri

Siapa yang males ngantri facial?

Siapa yang takut dipencetin dan disakitin pas facial?

Siapa yang malahan sama sekali males ke salon buat perawatan?

Siapa yang kulitnya kusam, kasar dan berbercak?

Siapapun yang sudah menginjak usia 25 pasti akan mulai merasakan tanda-tanda penuaan kulit yang pasti sangat menakutkan terutama buat cewek-cewek yang selalu ingin menjaga penampilan. Dulu waktu belasan tahun, yang paling ditakutkan adalah jerawat, jerawat dan jerawat …

Gimana sih caranya biar kulit bisa bersih, cerah dan berkilauan – bukan mengkilap loh ya!

Selain kita melakukan perawatan harian dengan memberikan nutrisi pada kulit, kita juga harus membersihkan kulit agar cerah dan bersih. Membersihkan kulit juga bisa dilakuin dirumah loh! Caranya gimana??? Nah …. Ini dia waktunya buat kita buka-buka lagi catalog Oriflame kita yang tercinta

Coba deh yuk kita buka katalognya di halaman 47. Disitu ditawarkan DermoProfessional Micro-dermabrasion Kit. Harga aslinya????? Wah … jangan ditanya!! Ono rego ono rupo. Begitu orang jawa bilang. Atau kalo boleh diartikan barang bermutu pasti mahal harganya. Tapiiiiiiii … mumpung ni, saya kan orangnya MODIS (alias MOdal DISkon) jadilah saya beli juga tuh produk.

Pas barangnya datang, rasanya gateeeeeeeel banget pengen nyoba. Tapi kan ga bisa, karna masih dikantor. Sampe rumah, langsung deh dibongkar kotaknya. Baca … baca … baca petunjuk pemakaiannya. Ternyata gampang! Ada Step 1 dan Step 2. Pertama kita pakai yang Step 1. Step 1 ini fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati yang bikin kulit jadi keliatan kusam. Ada butiran-butiran scrub halus yang membantu kita membersihkan komedo dan pori-pori kulit. Lakukan pemijatan dengan cream Step 1 ini cukup 2 menit saja di seluruh permukaan wajah. Setelah itu, bilas wajah dengan air. Setelah wajah bersih dan kering, oleskan Serumnya – Step 2, untuk memberi nutrisi pada wajah yang telah diangkat kotoran dan sel kulit matinya. Rasanya nyamaaaaaaaaaaaan banget … bener loh!

Truuuuuuuuuuuuus …. Pas seminggu kemudian kan ada arisan dasa wisma di perumahan. Sama sekali nggak berbedak, cuma sempat cuci muka langsung cabut ke pertemuan. Eeeeeh … ternyata membawa berkah. Saya datang bawa catalog Januari, langsung saya kasih ke Ibu yang duduk disebelah saya. Katalognya langsung berpindah tangan lagi dan lagi dan lagi. Naaaah … pas udah mau bubaran arisan, saya tanya sama yang lagi pegang catalog saya – kebetulan orangnya modis (modis beneran, suka dandan gitu deh). Saya tanya,

“Bu, suka facial nggak?”

“Iya, saya lagi perawatan di N*t*sh*”

“Wah… jauh dong, mesti ke Semarang ya?”

“Iya sih … tapi harus rutin, kalo nggak ntar kusam kulitnya”

“Mau coba facial sendiri dirumah?”

“Emang bisa????”

“Bisa dong, Oriflame kan punya produk yang khusus buat facial sendiri dirumah. Namanya Micro Dermabrasion bu. Saya aja pake loh. Saya pake baru 2 kali, soalnya baru seminggu yang lalu saya belinya. Satu minggu Cuma boleh dipake 2 kali bu.”

“Iya sih, bu Metta keliatan beda loh mukanya, lebih kempling …. Tapi mahal nggak produknya?”

“Ya … ono rego ono rupo lah bu. Tapi nggak usah kuatir, lagi diskon gede kok bu. Saya kan orangnya MODIS – Modal Diskon, jadi mampu belinya kalo pas lagi diskon. Hehehehe ….”

“Bisa aja si Ibu … di halaman mana ya?”

“Itu di halaman 47.” Pikir saya, wew …. Sampe hapal halamannya loh

Hehehehehehe …

Akhirnya setelah promosi sana sini .. sambil ngobrol ngalor ngidul nggak keruan juntrungannya.

Jadi juga tuh si Ibu beli produknya …

Asyiiiiiiiiik lumayan dapet tambahan 27 poin dan dapet untung 40.000 lebih

Nggak ada salahnya to kalau kita mau coba produk Oriflame???

Semakin merepresentasikan produk yang kita jual, kita juga bisa ngerasain bedanya, kita bisa kasih testimoni sendiri – bukan karena orang lain yang pernah coba.

Muda, Mapan dan Mandiri

Siang itu, Rika pulang kuliah dengan lesu. Bagaimana tidak??? Seakan tidak cukup uang kuliah yang harus dibayarkan orang tuanya pada saat penerimaan mahasiswa. Setelah diterima menjadi mahasiswa, ternyata lebih banyak lagi uang yang harus dikeluarkan oleh orang tuanya. Memang sih Mama dan Papa tidak pernah mengeluhkan soal ini. Tapi bayangkan saja adik-adik Rika yang ada 4 orang, juga masih membutuhkan biaya untuk sekolah.

Di bulan Januari yang lalu.

“Ma, Aku harus melunasi Uang Semester dan SKS supaya aku bisa melakukan registrasi.” Kata Rika sembari takut-takut melihat ke mata Mamanya. Rika ingat baru satu minggu yang lalu dia minta uang pada Mamanya untuk membayar cicilan ketiga uang gedung dan adik-adiknya pun baru saja diharuskan membayar uang sekolah mereka. Adik pertama dan keduanya bersekolah di SMA, Adik ketiganya baru duduk di bangku SMP sedangkan adiknya yang terakhir masih baru kelas 5 SD.

Mamanya hanya tersenyum dengan lembut, seraya mengelus rambut Rika yang panjang. “Tunggu ya sayang, nanti Mama bilang ke Papa dulu.”

Papa Rika hanyalah seorang karyawan Swasta yang setiap Senin sampai Sabtu harus rela pergi pagi dan pulang malam untuk bekerja. Bahkan di hari Minggu, beliau masih mencari pekerjaan sampingan di luar kantornya. Jadilah semua urusan rumah tangga dan anak-anak diserahkan pada Mamanya.

Dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke 18 di bulan Maret.

Rika duduk bertopang dagu didepan kampusnya. Dia masih bingung harus bagaimana dia mencari uang agar dia tidak sepenuhnya ditanggung oleh orang tuanya. Dia merasa kasihan melihat beban keuangan yang harus ditanggung hanya oleh Papanya. Dulu Mama sempat bekerja di sebuah Bank Swasta. Namun karena tidak mampu untuk membayar pembantu, akhirnya Mama merelakan pekerjaannya dan memilih untuk tinggal dirumah dan merawat anak-anak. Sungguh pengorbanan yang luar biasa.

Rika dikagetkan oleh tepukan dipunggungnya

“Hai!!! Ngelamun aja!?!?!?!? Kenapa neng?”

“Aku bingung Nit”

“Bingung kenapa Rika?”

“Gini loh Nit, aku masih belum bilang sama Mamaku kalau aku harus beli diktat Komunikasi yang harganya 250 ribu itu. Aku nggak tega kalau mau minta uang sebanyak itu hanya untuk membeli buku. Jadi sementara ini aku masih pinjam sana sini. Tapi aku bingung kalau saat mengerjakan tugas, karena nggak ada satu pun temanku yang mau meminjamkan buku yang aku butuhkan. Masuk akal juga, karena mereka juga butuh buku itu. Aku jadi bingung ni.”

“Kenapa nggak di foto copy aja?”

“Boro-boro foto copy Nit, aku bisa berangkat kuliah aja udah baek. Nita, aku tuh pengeeeeeeeeeen banget cari kerjaan sampingan biar aku bisa punya pendapatan sendiri. Tapi kamu tahu sendiri kan, kuliahku dari pagi sampai sore. Kalau malam aku pakai buat belajar juga. Gimana ya Nit? Ada saran nggak? Kayaknya aku liat kamu kok punya bisnis dan maju, kamu ngapain aja sih?”

“Ya, semua itu berkat dari Tuhan. Asal kita mau berusaha, kita pasti BISA. Aku bisa mapan kayak gini karena aku berani ambil kesempatan Ri.”

“Kesempatan apa sih?”

“Dulu, sekitar 1,5 tahun yang lalu aku ditawarin ikut bisnis online. Tadinya aku ragu-ragu banget. Taraf ekonomi keluarga kita kan ga jauh beda Ri. Sama-sama ngos-ngosan. Mana mungkin aku bisa sisihkan uang buat ke warnet? Tapi yang nawarin aku ini bilang, kalau bisnis online ini juga bisa dijalankan secara offline dulu.”

“Iiiihhhh …. Kamu jangan bikin penasaran dong Nit.”

“Hihihihihi … nggak lah! Modal awalnya Cuma 39900 loh Ri!”

“Bisnis apaan sih kok modalnya dikit banget? Jangan –jangaaaaaaaan ………”

“Hadeeeeh ……….. jangan negative thinking napa?”

“Habis, mana ada bisnis yang bisa bikin kamu punya duit sendiri plus bikin kamu jadi cantik kayak sekarang! Perasaan dulu waktu kita SMA, kamu kan kusut gitu deh! Hahahahahaha …..”

“Udah puas nginanya?”

“Maap … maap …. Hihihihihihi”

“Beneran mo tau nggak nih? Beneran pengen punya duit sendiri  nggak nih?”

“Bener dong ah … Ayo dong Nit, ajarin aku. Tapi jangan ajak aku yang  macem-macem loh, bisa jantungan ntar Mama – Papaku.”

“Yeeeeeeeeeee … emang aku mo ngajakin apaan?”

“Ayooooo ………. Buruan diceritain, keburu tua nih.”

“Nah ….. itu dia, kamu harus punya semangat! Mumpung masih muda, kita harus mulai rencanakan kehidupan biar kita jadi mapan. Trus soal bisnisnya nih ya. Aku tuh udah 1,5 tahun ini gabung sama yang namanya Oriflame! Udah pernah denger kaaaaaaaan?”

“Ho-oh pernah. Trus gimana caranya dapet duit dari sana?”

“Jadi gini, pertama itu kita kan daftar dulu jadi membernya. Uang pendaftarannya Cuma 39900 aja daaaaan nanti pas kita belanja pertama sebanyak 175 ribu, uang pendaftarannya dibalikin ke kita lagi dengan cara pembelanjaan kita dipotong sebanyak uang pendaftaran itu!”

“Loh …. Kalo kayak gitu bukannya malah jadi ngeluarin duit dan bukan dapet duit?”

“Oneeeeeeeeeng … dodol …”

“Hihihihihi ………… lah trus gimana? Emang gitu toh?”

“Ya bukan laaaaaah …… Kita tuh jualan, oneng!”

“Oooooooo … gitu? Hihihihihi … maap!”

“Kamu kan punya banyak temen tuh, secara kamu tuh orangnya supel banget dan ngikut di banyak organisasi . Manfaatkan itu untuk kamu dapat customer. Dan kuncinya adalah … selain kamu menjual, kamu juga ajak temen-temenmu yang lain untuk ikut gabung dengan kamu juga!”

“Sip … sip … sip …. Trus, gimana dapet keuntungannya?

“Nah … pas kita jualan itu, kita kan pake yang namanya catalog. Jadi di dalam catalog itu nantinya ada penjelasan tentang produk-produk yang kita jual. Katalognya representative banget, jadi nggak usah kuatir kamu ga bakal bisa ngejual. Soalnya di catalog itu sudah aja penjelasan tentang produknya trus ditambah lagi tiap ganti catalog pasti ganti juga barang yang di diskon! Dan diskon barangnya pun nggak cuman satu dua aja tapi buanyaaaaaaaaaaaaaaak! Kamu dapat keuntungannya dari selisih harga pembelian kamu dan harga penjualan kamu. Artinya kalau kamu dapat pesenan dari temenmu, kamu jual barangnya ke dia sesuai dengan harga catalog. Sedang pas kamu beli, kamu membeli dengan harga konsultan. Beda harga catalog dan harga konsultan itu sebesar 30%! Asyiiiik kan?”

“Trus, kapan dong aku bisa mulai daftarnya?”

“Kapan aja bisa!”

“Oh …. Nggak kayak daftar sekolah ato kuliah gitu?”

“Hadeh …. Ya nggak dong ah. Oh iya, di Oriflame itu, untuk setiap member yang baru bergabung, diberikan kesempatan untuk mendapatkan produk gratis dengan ketentuan mencapai poin tertentu untuk tiap level pencapaiannya. Program ini disebut Welcome Program! Ada Welcome Program 1 sampai 4. Atau disebut juga WP1 sampai WP4.”

“Trus gimana cara dapetinnya?”

“Untuk WP1, kamu kumpulin poin sebanyak 75poin – 1 poin itu kurang lebih seharga 5000 rupiah. WP2 100poin, WP3 125poin dan WP4 150poin. Yang perlu kamu ingat, tiap ganti catalog pengumpulan poin dimulai dari NOL lagi. Naaaaaaaah … yang lebih seru lagi nih ya. Kalau kamu bisa rekrut orang untuk gabung di bulan yang sama dengan kamu bergabung, kamu punya kesempatan untuk mendapatkan WP1 sampai WP4 sekaligus bila mereka bisa capai 75poin sebelum akhir bulan. Mumpung ini masih awal bulan, ayo buruan gabung dan rekrut temen-temenmu.”

************************************************************************************

Enam bulan kemudian ………

Hidup terasa bagaikan Meteor Garden (penuh bintang, bulan dan cerah  meski di malam hari) bagi Rika setelah dia bergabung dengan Anita di bisnis Oriflame. Bagaimana tidak? Di bulan pertama dia bergabung di Oriflame, dia sudah dapat meyakinkan 6 temannya untuk bergabung bersamanya di bisnis yang baru mulai ditekuninya itu. Alhasil, dia pun sudah mendapatkan produk WP1 sampai dengan WP4 hanya dalam 1 bulan saja. Di bulan yang keenam ini, dia sudah meyakinkan lebih banyak orang untuk bergabung dengannya dan membantu teman-teman yang pertama bergabung dengannya untuk meraih impian mereka.  Sedikit demi sedikit dia sudah mengumpulkan penghasilannya sendiri. Dia sudah bisa membeli diktat sendiri, dia sudah tidak minta ongkos angkot ke orang tuanya. Bahkan … dia bisa memberikan uang jajan pada adik-adiknya. Bahagianya Rika, bisa meringankan beban orang tuanya dan membagi kebahagiaan dengan adik-adiknya. Dia yakin, bila dia tekun dan mau bekerja keras, dia pasti bisa mencapai semua cita-citanya dalam kuliah dan bisnis.

Perawatan Kulit Kering

Aku orang yang berjenis kulit kering, tapi aku bekerja di ruangan yang ber-AC

Sungguh merupakan dilema buat aku, karena aku orangnya nggak suka berlengket-lengket ria menggunakan body lotion dan semacamnya. Sudah tahu sendiri kan kalo produk-produk hand & body lotion yang dijual di warung/toko sebelah rumah pasti rasanya lengket di badan dan panas (jadi berasa kaya pake baju dari plastik) gitu-gitu deh rasanya

Tapiiiiiiiiii, mau nggak mau akhirnya aku harus pake juga kan cream/lotion yang bisa bikin kulit aku tuh nggak semakin kering. Naaaaah … pas kemaren, aku liat di catalog yang terbaru. Wuiiiih … ada penawaran yang OK banget. Ada Ultra Rich Body Milk with Moisture Complex!! Coba enggak coba enggak coba enggak???

Sempet ragu dan awang-awangen kalo orang Jawa bilang. Tuku opo ora? Beli atau tidak?

Akhirnya, aku beli juga tuh produk! Secara ada juga yang pesan ke aku produk yang ini.

Dari sekedar coba-coba, aku sekarang ngerasa hepiiii banget bahwa aku berani mencobanya!

Pas pertama barangnya datang … langsung dibuka sama anak wedok

Dia bilang “Hmmmm ….. mangi!! Adek boleh minta ma?”

Hihihihi ……. Dia terbiasa mencoba segala macam barang yang ada di kotak riasku

Ya udah deh, akhirnya semua mencobanya, aku, anak wedok, si Mbah bahkan anak lanang juga ikut mencoba (ga mau ketinggalan dia – meski jadi cowok sendiri kalo jam 7 pagi – 5 sore). Baunya emang wangi, agak bau susu tapi lembuuuuuuuut banget aromanya. Pas dipakein dikulit tangan, langsung deh berasa aluuuuuuuuuus

Nah, yang nggak mau ketinggalan untuk memberi komentar  tuh si Mbah – rewangku dirumah – setelah blio nyoba, b lio bilang “Lemes nggih Ma …”

Hihihihihi … emang blom makan? Kok lemes?

Maksudnya, bikin kulit jadi lembut, halus dan nggak kaku, nggak berasa kayak pake cream pelindung anti nuklir (halah … lebay!)

Hebatnya lagi, aku yakin pemakaiannya juga bakal awet

Karna apa???? Karena creamnya itu padat banget, bukan kental tapi padat. Kalo kental kan kesannya nek dipake trus berasa aneh – kayak terigu diencerin – hihihihi … nggak kayak gitu!

Jadi satu botol itu PENUH dan padat. Makenya pun nggak perlu banyak-banyak, cukup sedikit aja dan diratakan ke kulit, hasilnya aduhai … (kalo pake kata ini kok kesannya jadul ya?) Kulit terlihat bercahaya dan sehat. Pokoknya sip banget dah!

This is a MUST HAVE deh untuk perawatan kulit tangan dan badan. Biar tetep lembut dan nggak

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.